Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kampus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Tugas Teknik Supervisi (Kinerja Karyawan)


     Kinerja Karyawan

     Kesimpulan

     Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, 
     seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah  
     disepakati bersama. (Rivai & Basri, 2004: 14 ).

     Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh      
     seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya, sesuai dengan standar kriteria yang ditetapkan  
     dalam pekerjaan itu. Prestasi yang dicapai ini akan menghasilkan suatu kepuasan kerja yang nantinya 
     akan berpengaruh pada tingkat imbalan.

     Suatu kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan.  
     Kinerja individu sendiri dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan 
     individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh 
     pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya. Dalam hal ini dibutuhkan suatu 
     evaluasi, yang kemudian dikenal dengan penilaian kinerja.

     Tujuan Penilaian Kerja :

     Tujuan penilaian kinerja ini tergantung dalam sasaran bisnis strategis yang ingin dicapai. Oleh sebab itu 
     penilaian kinerja diintegrasikan dengan sasaran-sasaran strategis karena berbagai alasan
     (Schuler & Jackson ,1996 : 48), yaitu:
     Mensejajarkan tugas individu dengan tujuan organisasi yaitu, menambahkan deskripsi tindakan yang
     harus diperlihatkan karyawan dan hasil-hasil yang harus mereka capai agar suatu strategi dapat hidup.
     Mengukur kontribusi masing-masing unut kerja dan masing-masing karyawan.
     Evaluasi kinerja memberi kontribusi kepada tindakan dan keputusan-keputusan administratif yang  
     mempetinggi dan mempermudah strategi. Penilaian kinerja dapat menimbulkan potensi untuk  
     mengidentifikasi kebutuhan bagi strategi dan program-program baru.

     Manfaat Penilaian Kerja :

     Dapat disimpulkan manfaat penilaian kerja adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang   
     karyawan dan apakah ia bisa berkinerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang,
     sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. Serta untuk
     mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


     Pengertian Tentang Kinerja Karyawan?

     Kinerja karyawan adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam   
     melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan 
     terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. (Rivai & Basri, 2004: 14 ).
     
     Apabila dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun), maka pengertian performance atau   
     kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu  
     perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan   
     perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. 
     (Rivai & Basri, 2004:16.

     Contoh kasus :

     Seorang manager sebuah restaurant tidak segan-segan untuk bercengkrama dengan para bawahannya,  
     dia bersedia mendengarkan keluh kesah, saran maupun kritik yang disampaikan oleh karyawannya. Ia    
     selalu memotivasi karyawannya dalam hal pekerjaan. Oleh karena itu secara otomatis para karyawan
     pun akan melakukan pekerjaannya sebaik mungkin untuk menghargai kepedulian sang manager tersebut.   
     Dan pada akhirnya sang manager pun dapat merasakan hasil kinerja positif para karyawannya.

     Bagaimana Supervisor Meningkatkan Kinerja Karyawan?

     1.  Menyesuaikan antara pekerjaan dan kemampuan karyawan.
     2.  Memberi motivasi kepada karyawan.
     3.  Membangun hubungan yang harmonis dengan karyawan (tidak menutup diri).
     4.  Melakukan evaluasi terhadap hasil kerja karyawan.
     5.  Berkomunikasi dan berdiskusi dengan karyawan mengenai permasalahan pekerjaan.
     6.  Memberikan reward kepada karyawan yang berkontribusi baik.

     Manfaat Kinerja Karyawan

     Bagi perusahaan :

    1. Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena.
    2. Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya perusahaan.
    3. Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas.
    4. Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian.   
        memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
    5. Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan.
    6. Meningkatkan kualitas komunikasi.
    7. Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan.
    8. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan.
        Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan
    9. Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan untuk mengenali lebih jelas.
        pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan.
  10. Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan.
  11. Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan.

  Jika penilaian kinerja ini telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar,  
  penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana yang paling utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

  Bagi Karyawan :

  1. Meningkatkan motivasi.
  2. Meningkatkan kepuasan hidup.
  3. Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.
  4. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif.
  5. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.
  6. Pengembangan tantang pengetahuan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan
      dan mengurangi kelemahan semaksimal mungkin.
  7. Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas.
  8. Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi.
  9. Kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan pekerjaan dan bagaimana mereka mengatasinya.
10. Suatu pemahaman jelas dari apa yang diharapkan dan apa yang perlu untuk dilaksanakan untuk
      mencapai harapan tersebut.
  

Senin, 09 April 2012

Tugas Perencanaan Teknik Supervisi

1. Kenapa seorang  supervisor harus membuat perencanaan dalam melakukan 
    aktivitas perusahaan?jelaskan secara detail.
    Jawaban :


Karena seorang supervisor harus berani membuaut perencanaan dalam melakukan aktivitas perusahaan.ketika seorang manajer membuat rencana, supervisor dipaksa untuk melihat jauh ke depan, untuk meramalkan perubahan , memperkirakan efek dari perubahan tersebut dalam menyusun rencana untuk menghadapinya. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan perencanaan. Tanpa rencana, departemen dan individu mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampang,sehingga kerja organisasi dalam perusahaan kurang efesien. Perncanaan yang baik dalam sebuah perusahaan akan dapat menjamin kegiatan yang akan berjalan dengan teratur jika adanya kedisiplinan, rasa tanggung jawab kepada perusahaan dan perencanaan dengan baik. Perencanaan dalam sebuah perusahaan sangat penting karena tanpa adanya perencanaan yang akan matang untuk kedepannya. Sebuah perusahaan tidak akan berjalan dengan kondusif dan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.

2.  Perencanaan merupakan proses dalam menajemen. 
     Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup dalam perencanaan.
     Jawaban :

     -  Manpower Planning ( perencanaan tenaga kerja secara menyeluruh pada aspek MSDM )
     -  Manpower Programming ( perencanaan tenaga kerja yang bersifat detail ) 
           merupakan implementasi dari manpower planning.
     -  Ruang lingkup perencanaan dipengaruhi oleh dimensi waktu, spasial, dan tingkat teknis perencanaan.
           
        Ketiga dimensi tersebut saling berinteraksi. Masing-masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut:
        1. Perencanaan dari dimensi waktu
            a. Perencanaan jangka panjang              
            b. Perencanaan jangka menengah
            c. Perencanaan jangka pendek
        2. Perencanaan dari dimensi sosial
              a. Perencanaan nasional
              b. Perencanaan regional
              c. Perencanaan tata ruang
          3. Perencanaan dari dimensi Tingkat perencanaan
              a. Perencanaan makro
              b. Perencanaan mikro
              c. Perencanaan sektoral
              d. Percanaan kawasan
              e. Perencanaan proyek
          4. Perencanaan dari dimensi jenis
              a. Perencanaan dari atas ke bawah
              b. Perencanaan dari bawah ke atas
              c. Perencanaan menyerang ke samping
              d. Perencanaan mendatar
              e. Perencanaan mengelinding
              f. Perencanaan gabungan atas ke bawah dan bawah ke atas

3.  Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab dalam perencanaan?
      Jawaban :


       Perbedaan utama suatu sistem ekonomi terhadap yang lainnya terletak pada cara system itu mengelola
       factor-faktor produksinya, yaitu sumber daya dasar yang dipergunakan oleh perusahaan untuk
       menghasilkan barang dan jasa.  Adapun komponennya adalah:

       1. Tenaga kerja, mencakup waktu yang dipergunakan oleh pekerja dalam suatu proses produksi,
           kontribusi fisik maupun intelektualnya sesuai dengan kualifikasinya, yaitu tenaga kerja terdidik, 
           tenaga kerja trampil, atau tenaga kerja tidak terdidik.
      2. Modal, berbentuk barang-barang tahan lama (barang modal) disebut juga modal konkret yang meliputi:
          berbagai mesin, peralatan kerja, bangunan dan sarananya serta (data processing) computer; dapat juga
          berbentuk abstrak seperti hak paten, nama baik (goodwill, dan hak merek dagang.  Sumber utama
          modal bisa berupa investasi pribadi yang berasal dari pengusaha individu, mitra bisnis atau
          investor pembeli saham yang bersangkutan.
     3. Wirausahawan, sebagai individu yang melihat peluang dan mau menanggung resiko yang timbul 
         dari penciptaan dan pengoperasian usaha bisnisnya.
     4. Sumber daya fisik alam, meliputi sumber daya alam non-energi: bahan tambang seperti tembaga, biji
         besi dan pasir, juga sumber daya energi seperti  bahan bakar industri; serta fasilitas perkantoran dan produksi.
     5. Sumber daya informasi, yaitu seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.
         Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia,
         serta data ekonomi lainnya.

4.  Coba anda buat kasus proses tahapan dalam perencanaan bidang restaurant 
     ( tugas supervisor restaurant dalam meningkatkan kualitas pelayanan 
     di restaurant ) ?
      Jawaban :

     -  Dalam meningkatkan pelayanan restaurant seorang supervisor harus meningkatkan kualitas pelayanan
          di restauran dengan cara memberikan masukan kepada bawahannya. Supervisor memberikan perhatian
          yang tepat pada masing-masing departemen restauran. Seorang supervisor harus memberikan arahan 
          kepada karyawan ( Brifing ) untuk memberikan tugas-tugas dan masalah-masalah yang harus di kerjakan 
          untuk melakukan pekerjaan yang nantinya d kerjakan. Memberikan instruksi yang tepat.  Supervisor 
          bertanggung jawab atas kegiatan karyawan restoran untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap tamu 
          dan senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap bawahanya.
     -  Seorang supervisor harus memahami kemampuan karyawanya.dan memberikan tugas-tugas 
        tepat dengan keahliannya.

     -  Menentukan dasar utama perencanaan pekerjan :   

   Ã˜  Merinci detail pekerjaan   
   Ã˜  Menyusun secara sistimatis dan jadwal yang tepat   
   Ã˜  Menentukan jumlah para pekerja dan kualifikasi atas pekerjaan   
   Ã˜  Memprediksi bahan-bahan sebagai persedian  
   Ã˜  Menyiapkan peralatan pendukung operasional sesuai rencana   
   Ã˜  Menyediakan pengawasan atas rencana.

Selasa, 20 Maret 2012

Peran dan Tanggung Jawab Supervisor

Peran & tanggung jawab supervisor



Kedudukan Supervisor
Dalam struktur organisasi yang berlaku umum, jenjang hierarki supervisor berada di bawah manajer madya dan di atas karyawan pelaksana (staf). Berdasarkan bagan organisasi ini secara sederhana dapat dijelaskan masing-masing tugas dan kewajibannya sebagai berikut:
Eksekutif (direktur utama, para direktur, vice president) mempunyai tugas utama sebagai perancang sekaligus menentukan arah perusahaan. Para eksekutif ini bermain pada ranah strategi dan rencana perusahaan.

Manajer mempunyai tanggung jawab sebagai penerjemah strategi dan visi yang ditetapkan para eksekutif. Mereka bertugas menterjemahkan strategi menjadi program-program harian, mingguan atau bulanan seperti yang ditetapkan eksekutif. Para manajer dalam menerjemahkan strategi perusahaan ini langsung berhubungan dengan para supervisor. Mereka mempunyai kewajiban untuk mengarahkan, mengendalikan, mengevaluasi hingga memberi motivasi supervisor agar semua rencana dapat dijalankan.

Supervisor adalah orang yang berhubungan langsung dengan manajer. Namun dalam konteks tanggung jawab, supervisor mempunyai tugas yang tidak kalah berat. Dalam banyak kasus, supervisor memiliki tugas yang strategis karena langsung terjun di lapangan melaksanakan semua rencana dari manajer. Supervisor memiliki bawahan yang dalam struktur organisasi disebut karyawan non manajerial atau staf. Dalam beberapa industri ada pula supervisor yang tidak mempunyai staf.

Hal ini menyebabkan supervisor mempunyai kedudukan istimewa di dalam perusahaan. Bersama dengan para staf, supervisor menentukan selesai tidaknya pekerjaan (proyek) yang menjadi rencana strategis perusahaan. Ia mengetahui betul seluk-beluk pekerjaan yang harus selesai sesuai jadwal beserta dinamika yang ada di lapangan. Dalam hal ini supervisor harus menangani dua hal langsung : tugas-tugas dari manajernya sekaligus mengelola anak buahnya supaya tetap dalam kondisi prima bekerja dan menjaga keutuhan tim.

Dengan posisi di antara manajer dan staf, seorang supervisor harus mampu berperan optimal. Ibarat jembatan, ia harus mampu menjembatani kepentingan manajemen dan kepentingan staf sebagai pelaksana tugas di lapangan.

Selain diibaratkan sebagai jembatan, supervisor juga bisa diilustrasikan semacam burger. Roti paling atas adalah pihak manajemen perusahaan, sedangkan roti paling bawah adalah para staf. Antara dua roti ini berisi aneka isi yang merupakan inti dari burger. Isi tersebut antara lain daging, sayuran, bumbu, saus, dan sejenisnya. Jika aneka isi tersebut dikeluarkan, tak ayal lagi benda tersebut hanyalah sepotong roti.
Ilustrasi ini menjelaskan betapa pentingnya posisi supervisor dalam sebuah perusahaan. Apabila isi dari perusahaan yang tak lain adalah supervisor dikeluarkan, maka perusahaan tak ubahnya roti tanpa rasa. Namun seperti halnya dengan burger, supervisor ini bisa berharga murah, sedang, atau mahal. Ada burger seharga lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah dan dijajakan di pinggir jalan. Namun ada lagi burger yang berharga hingga ratusan ribu dan hanya dijual di tempat-tempat khusus seperti hotel bintang lima. Supervisor bernilai tinggi dan berkinerja prima sehingga seperti burger yang dijual di hotel bintang lima apabila ia paham dan piawai dalam mengimplementasikan peran dirinya sebagai supervisor.

Peran Supervisor
Secara garis besar peran supervisor dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Sebagai Pemimpin dan Manajer.
    Supervisor tidak hanya me-manage (mengelola), tapi juga memimpin  
    (mengarahkan, memotivasi, membina, memberdayakan), agar anak buah 
    mampu bekerja sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Dalam hal ini 
    supervisor memainkan dua peran sekaligus. Ibarat dua tangan,mengelola 
    adalah tangan kiri, sedangkan memimpin adalah tangan kanan. Agar bisa 
    bekerja optimal kedua tangan ini harus difungsikan sekaligus sehingga 
    bisa saling mengisi dan bekerja sama.

2. Barisan terdepan dari manajemen yang berhadapan langsung dengan  
    pelaksana.
    Supervisor merupakan wakil dari manajemen sebagai pemimpin pelaksana 
    tugas di lapangan. Supervisor bertanggung jawab mengamankan dan  
    melaksanakan keputusan manajemen. Dalam hal ini Supervisor bekerja 
    sama dengan para bawahannya. Semua kejadian maupun tantangan-
    tantangan di lapangan, baik itu karena persoalan pengelolaan sumber daya 
    non manusia (manajerial) mau pun karena anak buah (kepemimpinan) 
    menjadi tanggung jawabnya.

3. Supervisor melaksanakan semua sistem manajerial seperti manajer di level 
    atasnya.
    Entah apa pun sistem manajemen yang dipakai (bisa PDCA – plan, do, 
    check, act, atau POAC –planning, organizing, actuating, controlling), 
    supervisor harus mampu menjalankan sistem manajemen tersebut. Sistem 
    manajemen akan menolong supervisor dalam menyelesaikan tanggung 
    jawabnya. Dengan sistem manajemen yang dipakai seperti sistem 
    manajemen level di atasnya, maka koordinasinya akan menjadi efektif dan 
    efisien.

4. Mewakili nama perusahaan dalam berbagai interaksi sosial, sehingga wajib 
    menjaga citra diri dan perusahaan.
    Perusahaan tidak hidup dalam sebuah ruang hampa sosial. Artinya   
    perusahaan hidup dan beinteraksi dengan lingkungan sosial. Tak pelak lagi 
    sebagai orang yang terjun langsung di lapangan, supervisor sering 
    bersinggungan dengan lingkungan sosialnya. Ketika interaksi terjadi, 
    supervisor harus mampu menjaga citra dirinya, yang tak lain merupakan 
    pantulan dari citra perusahaan. Alhasil baik buruknya citra perusahaan di  
    mata lingkungan sosialnya diwakili oleh baik buruknya citra supervisor.

Supervisor sebagai Manajer dan Pemimpin.
Dalam diri supervisor melekat dua peran dan aktivitas yang tidak bisa dilepas yaitu sebagai manajer sekaligus sebagai pemimpin. Manajer diartikan sebagai ‘pengelola’ yang sifatnya berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang sudah menjadi deskripsi pekerjaannya.

Dalam berbagai industri maupun divisi, tidak setiap supervisor memiliki anak buah. Supervisor ini bekerja sendiri dan apabila membutuhkan bantuan maka si supervisor akan ‘meminjam’ anak buah supervisor lainnya. Lantaran tidak memiliki anak buah, rentang kendali pekerjaan supervisor langsung bertanggung jawab kepada atasannya. Walaupun demikian supervisor tetap harus memerankan dirinya sebagai pemimpin. Kepemimpinan melekat kepada supervisor, entah itu hanya memiliki anak buah satu, sepuluh, hingga ratusan. Kepemimpinan tidak sekedar mengelola anak buah. Kepemimpinan juga berarti mampu memberi inspirasi kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

  Secara umum, peran dan tanggung jawab Manajer dan Pemimpin seperti berikut:
  
  Manajer
- Adalah jabatan, ada Surat Keputusan (SK) dari perusahaan
- Bekerja pada Sistem, Prosedur, Administrasi (berdasar pada deskripsi 
  pekerjaan)
- Melakukan perencanaan rutin dengan ruang lingkung terbatas
- Bergantung pada pengawasan
- Memiliki pandangan jangka pendek
- Menjual produk dan jasa yang konkret
- Menjiplak pada apa yang telah dijalankan
- Kekuasaan untuk stabilitas, menjamin kepastian & mengontrol perilaku anak 
  buah
- Melakukan hal-hal secara benar

  Pemimpin
- Tidak sekedar jabatan, namun semangat/jiwa/spirit yang melekat dalam diri 
  orang
- Memberikan visi, tujuan, arah organisasi jangka panjang
- Menjelaskan wawasan masa depan yang perlu dicapai melalui kerja sama
- Menyemangati, mendorong, dan memberdayakan anak buah
- Menjual produk dan jasa yang konkret
- Fokus pada sumber daya manusia
- Menginspirasi kepercayaan
- Menciptakan hal-hal baru
- Kekuasaan untuk memelihara fleksibilitas & memulai perubahan
- Melakukan hal-hal yang benar

Manakah yang lebih penting bagi supervisor, peran sebagai Manajer atau Pemimpin? Semuanya penting bergantung pada konteks dan peristiwanya. Ibarat koin Manajer dan Pemimpin merupakan dua sisi mata koin yang tidak terpisahkan. Semua memberi atribut sendiri-sendiri sesuai dengan fungsinya. Manajer dan Pemimpin juga ibarat seperti dua tangan kita kiri dan kanan. Semua memiliki peran dan saling melengkapi. Tidak ada yang lebih penting, lebih berguna & lebih produktif. Jika digunakan keduanya secara benar maka kedua tangan ini akan menghasilkan pekerjaan yang optimal. Demikian juga fungsi Manajer dan Pemimpin yang ada pada diri supervisor. Apabila tepat menggunakanya supervisor akan jauh lebih produktif ketimbang berfokus pada salah satu peran saja.


sumber : http://www.quickstart.co.id/peran-tanggungjawab-supervisor/ 

Posisi Seorang Supervisor


Dilihat dari kacamata "proses pencapaian tujuan organisasi" posisi supervisor berada pada deretan terdepan, yakni mengendalikan langsung anak buah dalam proses pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Dalam posisi ini, jabatan supervisor merupakan jabatan sangat penting, krusial, karena supervisor adalah orang yang secara teknis operasional mengukir proses pencapaian tujuan.

Keberhasilan pencapaian tujuan strategis atau tujuan jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek yang menjadi idam-idaman organisasi pada hakekatnya akan bergantung pada komitmen, tekad, dan semangat para supervisor dalam berusaha mewujudkannya.


Posisi supervisor dalam kaitannya dengan posisi manajer lainnya dapat digambarkan sebagai berikut: 








Dilihat dari susut pandang jenjang otoritas atau kewenangan dalam pengambilan keputusan atau dari segi hirarki, posisi supervisor berada pada level di bawah manajer madya (middle manager). Posisi ini mengandung arti bahwa seorang supervisor bertugas menjabarkan kebijakan yang ditetapkan oleh manajer madya ke dalam kebijakan teknis operasional.

Supervisor berkewajiban melapor kepada manajer diatasnya atau atasan langsungnya terhadap perkembangan kegiatan operasional yang dilaksanakan bersama anak buahnya. Posisi ini mempunyai arti bahwa dalam rangka peningkatan mutu organisasi supervisor mempunyai tugas "memberikan masukan" berupa informasi atau pendapat kepada manajer diatasnya dalam proses pengambilan keputusan.


Dalam posisi ini ini dapat pula diartikan bahwa wewenang yang dimiliki seorang supervisor tidak boleh melebihi wewenang yang diemban oleh manajer di atasnya. Artinya, menyampaikan laporan, informasi atau usulan merupakan tugas seorang supervisor, akan tetapi wewenang untuk menerima atau menolak masukan itu berada pada atasan lang sang supervisor.


Bila digambarkan, posisi supervisr adalah sebagai berikut:
  







Cara pandang lain dalam melihat posisi supervisor yakni dari segi hubungan kerja, dimana posisi supervisor berada di TENGAH. Dalam hal ini supervisor melaksanakan hubungan kerja dengan anak buahnya, dengan sesama supervisor, dan dengan para pimpinan di atasnya. Ini berarti bahwa seorang supervisor harus luwes/fleksibel dan pandai menjalin hubungan dengan semua pihak, mampu bekerja sama dengan orang lain serta mampu mengelola anak buah.

Posisi dalam hubungan kerja ini dapat digambarkan sebagai berikut: 
 








Pengertian Seorang Supervisor, Peranan, Tugas dan Tanggung Jawabnya


Seorang supervisor adalah seseorang yang menangani orang-orang yang 
memproduksi dan atau melakukan kinerja pelayanan.

Seorang supervisor bertanggung jawab untuk hasil atas orang-orang yang 
diawasi terutama mutu dan jumlah dari produk dan pelayanan.

Seorang supervisor juga bertanggung jawab melakukan pertemuan sesuai 
dengan kebutuhan karyawan guna membicarakan kepentingan dan tugas.

Ia juga mempunyai tugas dan tanggung jawab memerintahkan kepada 
bawahan untuk melakukan suatu tugas tertentu atau sesuai dengan 
kesepakatan bersama adalah tujuh orang.
 
Makin besar sebuah hotel, biasanya seorang supervisor adalah pemimpin 
atau manajer dari suatu bidang atau bagian tertentu dan memimpin antara 
15-20 orang tergantung kepada besar kecilnya organisasi tersebut.

Dalam sebuah perusahaan besar, biasanya ada banyak supervisor dalam 
tingkatan-tingkatan dan memimpin anak buah yang lebih sedikit.

Di beberapa perusahaan ada dikenal istilah First Line Manager yaitu 
manajer yang berada paling depan dan berhadapan dengan sejumlah 
karyawan, perusahaan seperti hotel dengan kamar banyak makin 
memerlukan tenaga kerja yang banyak pula demikian juga dengan para 
supervisor yang menanganinya.

Sebuah hotel dengan kamar antara 500 ± 1000 memerlukan jumlah 
karyawan untuk setiap bagiannya yang tidak sedikit. Sebagai ilustrasi, 
hotel yang mempunyai 550 kamar dengan 14 lantai, dan setiap lantai 
dengan jumlah kamar antara 15 dilayani oleh dua orang room boy. 
Berarti untuk seluruh lantai selama satu shift memerlukan sebanyak 
15 orang atau satu lantai satu room boy, sementara itu untuk setiap 
dua lantai memerlukan dua orang supervisor berarti supervisor 
yang diperlukan. 

Demikian seterusnya untuk bagian-bagian lain. Ada suatu teori yang 
mengatakan bahwa, perbandingan antara jumlah tamu dan staff adalah 
1 berbanding dua. Jumlah ini termasuk seluruh bagian seperti; keamanan, 
laundry, bagian dapur dan sebagainya.

Sebaliknya, untuk hotel kecil yang bertaraf Melati dengan jumlah kamar 
antara 10 ± 20 kamar tentu saja tidak memerlukan karyawan yang terlalu 
banyak, bahkan, banyak dari karyawan bekerja serabutan atau harus 
mengerjakan berbagai hal secara bersamaan. Misalkan seorang pramusaji, 
disamping melayani direstoran juga harus bisa melayani pesanan kamar. 
Karena jika diperlakukan seperti organisasi hotel besar tentu akan sangat 
memboroskan biaya operasional yang tinggi.

Dibanyak hotel, selalu saja ada karyawan yang disebut sebagai part timer 
atau Daily worker  dimana mereka biasanya, bekerja berdasarkan pada 
jumlah jam atau disesuaikan dengan kebutuhan dari pihak hotel. Dengan 
kata lain mereka bekerja berdasarkan upah harian. Walaupun demikian, 
pemerintah tidak men-toleransikan jika jumlahnya sampai banyak.

B. Peranan Seorang Supervisor
Kesimpulannya, seorang supervisor adalah seseorang yang diberi tugas 
dan tanggung jawab untuk mengelola sebuah produksi dan pelayanan 
kepada kosumen, membimbing dan mengarahkan bawahan guna mencapai 
tujuan organisasi. Mengatur jadwal kerja dan pekerjaan teknis lainnya.

C. Tugas dan Tanggung jawab Supervisor
Ketika seseorang diserahi tugas sebagai supervisor maka ia mempunyai 
tugas dan tanggung jawab yang berbeda dengan staff biasa dimana, ia 
mempunyai obligasi dan tanggung jawab yang tidak ringan. Untuk itu, 
sebelum memilih dan mengangkat supervisor perlu dipertimbangkan 
berbagai aspek mengenai orang tersebut. Ketika seseorang diangkat 
menjadi supervisor , ia segera membuat batasan antara dirinya dan orang-
orang yang dipimpinnya. Termasuk didalamnya dalam pola pikir, sikap 
dan tingkah lakunya.

Seorang supervisor berada ditengah-tengah antara; karyawan, manajemen
 
dan konsumen. Sehingga ia harus bisa menempatkan dirinya dengan baik 
dan tidak terlalu berpihak keatas atau kebawah. Di hotel atau di restoran, 
supervisor berada diantara; pemilik. Konsumen dan orang-orang yang anda pimpin. 

Bagi karyawan, anda mewakili manajemen dalam hal; kekuasaan, 
perintah-perintah, penerapan disiplin, jam kerja/ jadwal, uang lembur, dan 
sebagainya. Kepada pemilik perusahaan dan atasan, anda mewakili 
produktivitas, nya obligasi biaya-biaya pengolahan makanan, biaya tenaga
kerja, mutu, pengawasan, pelayanan kepada konsumen dan sebagainya. 
Kebanyakan supervisor berasal dari posisi pekerja karena mempunyai 
penilaian yang baik sehingga diangkat menjadi pimpinan. 

Hal ini boleh saja, tetapi yang harus dipahami ialah, bagaimana ia 
mendapatkan bimbingan dan pengarahan untuk menjadi seorang 
supervisor yang baik dan sesuai dengan tujuan perusahaan.


Sumber : http://www.scribd.com/dedy%20wijayanto/d/42581571-Teknik-Supervisi-Untuk-Kalangan-Industri-Jasa-2